Selasa, 19 November 2019

Review dan Spesifikasi Xiaomi Black Shark 2 Pro


Xiaomi Black Shark 2 Pro Pro merupakan versi yang lebih terbaru dari smartphone gaming pendahulunya, Xiaomi Black Shark 2 Pro

Seperti yang dilansir techradar.com, ketika Xiaomi Black Shark 2 Pro rilis, Xiaomi Black Shark 2 Pro sudah disebut-sebut sebagai smartphone gaming yang cukup baik, meskipun dengan beberapa kekurangan kecil di sana-sini.

Tiga bulan kemudian, Black Shark dengan cepat meluncurkan versi perangkat yang lebih baru, yang disebut Black Shark 2 Pro.

Di China, Xiaomi Black Shark 2 Pro dijual dengan harga CNY2,999 (Rp 6 juta) untuk model memori internal 128 GB dan 3,499 yuan China (Rp 7 juta) untuk model 256 GB.

Perubahan yang ada di dalam Xiaomi Black Shark 2 Pro  tidak lagi disematkan chipset Snapdragon 855 seperti pendahulunya, Xiaomi Black Shark 2 .Melainkan, Xiaomi Black Shark 2 Pro akan dibekalia chipset yang lebih baru, yaitu Snapdragon 855 Plus.

Snapdragon 855 Plus dipercaya bisa mengoptimalkan performa gaming. RAM 12GB akan membuat Black Shark 2 Pro ponsel action yang high-end.

Layar ponsel 60Hz juga memungkinkan pengguna menggunakan 10 jari pada display di waktu yang bersamaan.

Sayang, layar 50Hz ini masih di belakang kompetitornya, yaitu Razer Phone 2 atau Asus ROG Phone II yang dibekali display 120Hz.

Ada beberapa perubahan dari Xiaomi Black Shark 2  di bagian kamera dan bagian layar juga, ditambah speaker 1W yang lebih kuat.

Gamer juga akan menyukai peningkatan lainnya: kecepatan respons layar hanya 34,7 ms, ada sistem pendingin cair yang ditingkatkan, dan antena tambahan membuat koneksi internet tetap solid.



Berikut spesifikasi lengkapXiaomi Black Shark 2 Pro :

Jaringan
Teknologi: GSM / CDMA / HSPA / EVDO / LTE

Peluncuran
Diumumkan: 2019, Juli
Status: Tersedia. Dirilis 2019, Agustus

Body
Dimensi: 163,6 x 75 x 8,8 mm (6,44 x 2,95 x 0,35 in)
Berat 205 g (7,23 ons)
Build: Kaca depan, bodi aluminium
SIM: Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)

Layar
Tipe : AMOLED layar sentuh kapasitif, 16 juta warna
Ukuran: 6,39 inci, 100,2 cm2 (~ 81,7% rasio screen-to-body)
Resolusi: 1080 x 2340 piksel, rasio 19,5: 9 (~ kepadatan 403 ppi)
DCI-P3 109%
Layar selalu aktif
Penginderaan sentuh 240 Hz

Platform
OS: Android 9.0 (Pai)
Chipset: Qualcomm SDM855 Snapdragon 855+ (7 nm)
CPU: Octa-core (1x2.96 GHz Kryo 485 & 3x2.42 GHz Kryo 485 & 4x1.78 GHz Kryo 485)
GPU: Adreno 640 (700 MHz)

Memori
Slot Kartu: Tidak Ada
Internal: 128GB 8GB RAM, 128GB 12GB RAM, 256GB 12GB RAM
UFS3.0

Kamera Utama
Dual: 48 MP, f / 1.8, (lebar), 1/2 ", 0.8μm, PDAF
12 MP, f / 2.2, (telefoto), 1.0μm, PDAF, 2x optical zoom
Fitur: LED flash, HDR, panorama
Video: 2160p @ 30 / 60fps, 1080p @ 30/60 / 120fps, 720p @ 1920fps

Kamera selfie
Tunggal: 20 MP, f / 2.0, 0.9μm
Fitur: HDR
Video: 1080p @ 30fps

Sound
Loudspeaker: Ya, dengan speaker stereo
Jack 3.5mm: Tidak ada
Pembatalan noise aktif dengan mikrofon khusus

Sambungan
WLAN: Wi-Fi 802.11 a / b / g / n / ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth: 5.0, A2DP, aptX HD, LE
GPS: Ya, dengan A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS, BDS
Radio: Tidak ada
USB: 2.0, Konektor reversibel Type-C 1.0

Fitur
Sensor: Sidik Jari (di bawah tampilan, optik), akselerometer, gyro, kedekatan, kompas

Baterai
Baterai Li-Ion 4000 mAh yang tidak bisa dilepas
Pengisian baterai Pengisian cepat 27W

Lain-lain
Warna: Shadow Black, Iceberg Grey, Gulf Blue
Harga: CNY2,999 (Rp 6 juta) 128GB dan CNY3,499 (Rp 7 juta) 256GB

Sumber :

Minggu, 17 November 2019

3 Fitur Terbaru Axisnet


Axisnet sejatinya bukanlah aplikasi baru yang dikenalkan XL  Axiata, aplikasi ini telah hadir sejak 2016. Dan mengikuti perkembangannya, XL Axiata hari ini melakukan pembaruan terhadap aplikasinya.

David Arcelus Oses, Chief Marketing Officer XL Axiata, mengatakan bahwa fitur-fitur terbaru yang gulirkan adalah untuk meningkatkan keamanan pelanggan.
“Ada beberapa fitur baru yang menjadi highlight di aplikasi Axisnet, yang tidak ditemukan di Axisnet sebelumnya,” ujar David, di Jakarta (04/11/19).

Francky Rinaldo Pakpahan, Group Head Jabodetabek Region XL Axiata, menuturkan, fitur terbaru itu adalah,  fitur kunci pulsa (lock botton feature). Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia guna menghindarkan pelanggan dari kemungkinan pemotongan pulsa milik mereka secara otomatis karena terkena tarif dasar internet saat kuota habis atau hal tak terduga lainnya.

Kedua adalah fitur Special Offer Customized Product. Fitur ini, dijelaskan Francky, secara otomatis akan mengindentifikasi karakter pelanggan dalam menggunakan layanan Axis sehari-hari. Alhasil, pelanggan akan diberikan penawaran paket Axis dengan harga/promo spesial sesuai kebutuhan pelanggan. Selain itu, pelanggan juga bisa memperoleh harga produk terbaik di Axisnet.

“Ketiga, layanan Super Sureprize, merupakan program undian yang hanya bisa diikuti oleh pelanggan Axis,” ujar Francky.

Untuk mengikuti program “Super Sureprize” ini, pelanggan hanya cukup membeli paket internet bulanan yang dapat dibeli melalui aplikasi AXISnet atau voucher AIGO di toko pulsa. Jika dengan voucher AIGO, pelanggan hanya perlu scan kode AIGO di aplikasi Axisnet.

Setelahnya, secara otomatis pelanggan akan terdaftar dalam program dan memiliki kesempatan memenangkan hadiah utama sepeda motor, smartphone, laptop dan hadiah menarik lainnya.

Tidak hanya itu, menurut Francky melalui brand Axis, operator ini terus berupaya mempermudah pelanggan segmen anak muda untuk mendapatkan produk layanan melalui saluran digital yaitu aplikasi.

Dikatakan Feancky, mereka butuh aplikasi Axisnet yang bisa mempermudah mendapatkan produk atau layanan Axis, juga mendapatkan update informasi mengenai apa saja yang terkait dengan produk Axis.

“Bagi yang belum mendownload mereka dapat mengunduh di Aps Store atau di Google Play Store, namun bagi yang sudah mengunduh, pengguna tinggal memperbarui,” kata dia lagi.

Fitur-fitur terbaru ini sudah ada sejak 1 November, dan sudah dapat digunakan.

Selanjutnya akan menyusul di bulan November ini, fitur multipayment. Fitur ini memberikan kemudahaan pelanggan saat melakukan pembelian paket Axis, selain membayar dengan pulsa, mereka juga bisa melakukan pembayaran melalui beragam platform digital yang tersedia.

Peluncuran Satelit Berbasis Android oleh NASA

Telekomunikasi didefinisikan sebagai ilmu dan teknologi komunikasi jarak jauh. Kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan cepat, akurat, dan efisien selalu menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong inovasi manusia.

Telekomunikasi  saat ini tak lepas dari pengguan sebuah satelit, karena didalam sebuah telekomunikasi pasti akan selalu membutuhkan jaringan yang sebagian besar bersumber dari satelit. Satelit merupakan benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi tertentu.

PELUNCURAN SATELIT BERBASIS ANDROID OLEH NASA


Satelit pertama dinamakan PhoneSat 1.0. NASA memakai ponsel Nexus One tanpa modifikasi dari HTC dengan sistem operasi Android sebagai otak satelit ini. Prosesor 1 GHz yang terdapat di dalamnya menjadi komputer utama.

Sensor orientasi yang biasanya menggunakan giroskop kini berganti dengan akselerometer yang terpasang didalam ponsel. Kamera 5 megapiksel pada ponsel diandalkan untuk memantau permukaan bumi sekaligus mengirimkan citra ke pusat kendali."Misi utama PhoneSat 1.0 adalah untuk uji daya tahan satelit," sebut NASA dalam situs resmi mereka. Kemampuan peralatan ditingkatkan pada PhoneSat 2.0.

 Otak satelit kini berganti menjadi Nexus S bikinan Samsung dan masih memakai sistem operasi Android. Satelit juga dipasangi radio komunikasi yang bekerja dua arah pada frekuensi S-band. 

Tambahan radio ini membuat insinyur di pusat kendali bisa mengarahkan satelit dari bumi. Satelit generasi kedua juga dilengkapi panel surya yang memungkinkan peralatan bekerja dalam waktu lama. Pemantauan posisi juga bisa dilakukan karena satelit dilengkapi penerima sinyal GPS.

Orientasi satelit di angkasa dikoreksi melalui kumparan khusus yang memantau medan magnet bumi."Ongkos pembuatan satelit tak lebih dari US$ 3.500," kata NASA. PhoneSat 2.0 diharapkan menjadi batu pijakan pembangunan wahana angkasa murah dan kecil di masa depan. Misi satelit tak main-main yaitu memantau aktivitas matahari melalui jaringan sensor yang disebar pada banyak satelit nano. 

Ponsel pintar yang ditanam pada wahana angkasa juga diharapkan bisa memuluskan misi penjelajahan bulan, asteroid, dan planet lain di masa depan. Sebagai langkah awal, NASA siap meluncurkan dua PhoneSat 1.0 dan satu PhoneSat 2.0 akhir tahun nanti. Satelit akan ditumpangkan pada roket Antares lalu dilepaskan pada ketinggian beberapa ratus kilometer.

Sumber :

KAPASITOR

A.      PENGERTIAN KAPASITOR Kondensator  atau kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan  muatan listrik . Bahan peny...